Gogolinux

Tuesday, November 20, 2012

tugas ke dua foklore

Pentas Seni dan Singo Barong Sebuah judul yang saya ambil dari penjelasan singkat seorang kakek-kakekpada desa karangmalang dusun caturtunggal sleman,Yogyakarta.Saya kutip pada malam hari saat saya singgah di rumahnya dan mendengarkan dengan khitmat setiap bait-bait kata-katanya yang keluar.Berawal dari pencaian saya akan sebuah mitos di dekat daerah tersebut, dengan bantuan teman saya akhirnya saya dapat bertemu dengan kakek sastro. Terdapat sebuah pohon melinjo atau orang sini lebih mengenalnya dengan sebutan pohon So,tepat di belakang rumah beliau.Dimana di pohon tersebut terdapat makhluk halus yang menunggu/bersarang.Dimana penunggu pohon tersebut lebih kerap merasuki jiwa orang yang sedang melakukan pentas seni jathilan/kuda lumping.Entah penduduk setempat menamakanya singo baong atau pentas jathilan yang kemasukan di namakan singo barong,saya lupa bertanya akan hal itu. Konon penunggu pohon so itu adalah jin yang sudah tua yang memiliki istri pocong dan bertempat tinggal di pohon beringin awalnya.Dimana rumah warga sekitarnya tiap malam kerap mendengar suara aneh dari pohon tersebut ,seperti suara orang uro-uro(nyanyian orang jawa).Entah sebab apa sehingga pohon tersebut di tebang oleh enduduk setempat sihingga jin tersebut pindah ke pohon so.Uniknya untuk orang umum selain pemain jathilan, jin tersebut hanya merasuki orang-orang bodoh dan preman yang suka onar/orang-orang yang suka mabuk yang mungkin membuatnya kesal. Tanda-tanda jika kerasukan,orang yang bersangkutan akan memakan/meminta beling,kembang,ayam cemani/ayam hitam dll.Terus setan itu juga akan tenang jika pohon tesebut di beri sesaji sungguh fenomenal.Saya sempat bertanya apa tidak ada tindakan untuk mengusir makhluk halus tersebut,”tidak” jawab kakek sastro.Untuk kebanyakan orang biasa saja bahkan acuh tak acuh termasuk kakek sastro. Cerita ini biasa di ceritakan kepada anak-anak kecil agar kelak mereka semua menjadi orang yang benar dan tidak suka mabuk-mabukan,(seperti terdapat pesan moral yang tersirat).Biasanya cerita ini juga di ceritakan oleh warga sebelum atau sesudah acara jathilan.Caa penyampaianya berupa cerita langsung dan sudah menjai tradisi lisan bagi orang tua bahkan kakek sastro sendiri untuk anak-anaknya dan cucunya

No comments:

Simulasi KPR