Wednesday, February 27, 2013
kopma kafe
tadi malem gue kerja di kafe waduh capenya mana gajinya sama lagi edan asal lw tau ye.. mana gw agi sakit lagi nih sekarang gw demam duh.. yallah semoga mama g knp"
gelang
hahah curhat bareng anak-anak psdm sungguh suatu hal yang sangat penting dan berharga ternyat gak semua suka dengan pemerintahan dan kebijakan politik yang ada sekarang terutama hala yang sudah mencakup tentang tugas dan wewenang kita.Mantep dah ternyata banyak yang ngritik mba ratri juga
Monday, February 25, 2013
Wednesday, February 20, 2013
Sunday, February 17, 2013
corcol
kemaren gue latihan dan simulasi sedikit buat jadi pemandu di laskar,gw dah brangkat cepet" eh sialan coba gw di kerjain ternyata mb mete nd mas razi dteng jam 8 ap gak kurang ajar ea....
dah gitu wktu pengisiian coba mas razi pake kya nyindir gw bilang cmn di kopma yang di gaji yang lainya engga ex ukm bem
shit........
dah gt ea pas mb ratri ngisi dia kya g suka bnget deh ma gw pdhal gw kan ah tau ah pdhal gw dah nyba terbuka nd baik wat dia byangin deh pas dulu gw blum jadi anak bem dia g pernah bales sms gw eh pas gw dah jadi dia pernah sms gw
lhat ea mba... tr pas pengisian materi buat laskar gw pling bagus ,udah gt dia pas nanya semua anak kya lewatin gue coba fuck!!
buku
Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia!
Pertanyaan yang patut kita ajukan pada bangsa ini adalah “Mengapa Bangsa Indonesia Masih Tetap Miskin dan Tertinggal dengan negara-negara lain, padahal dari sisi kekayaan alam tidak kalah dengan Bangsa lain. Bahkan boleh dikatakan kekayaan alam Indonesia sangat melimpah ruah. Jawabannya adalah karena sebagian besar dari kita masih bermentalkan “inlander”, sebagai warisan dari kolonoialisme yang meliputi bangsa ini selama berpuluh-puluh tahun. Walaupun secara formal bangsa ini sudah merdeka dan terbebas dari penjajahan, tetapi sejatinya secara ekonomi, politik kita masih dibawah bayang-bayang pengaruh asing. Itulah analisis yang dikemukakan Prof. Dr M Amien Rais dalam bukunya “Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia!”.
Buku yang diterbitkan oleh PPSK Press ini dikatakan oleh banyak pembacanya sebagai buku yang membakar emosi atau bisa juga dikatakan sebagai “Angry Book”. Pak Amien Rais sendiri mengatakan memang buku ini adalah Angry Book, bagaimana tidak marah sebagai anak bangsa melihat kekayaan dan sumber daya alamnya dikeruk oleh bangsa asing tanpa reserve. Melihat bangsa dan negaranya seolah-olah tidak ada harganya di mata bangsa dan negara lain. Karena itulah beliau merasa perlu memberikan sedikit motivasi kepada seluruh elemen bangsa untuk menyadari dan bergerak menyelamatkan bangsa ini. Perlu kembali revitalisasi semangat nasionalisme seluruh elemen bangsa.
Sebagai bangsa yang mengalami penjajahan dalam waktu yang lama Nasionalisme bangsa ini belumlah dikatakan sempurna. Nasionalisme baru pada level permukaan belum pada substansinya. Sebagai contoh ketika Tim merah putih berlaga di event olahraga internasional, betapa gegap gempita dukungan dan pembelaan rakyat dan pejabat negara kita. Tetapi tidak ada gemanya pembelaan rakyat dan pejabat kita ketika aset-aset negara dicaplok oleh kekuatan kapitalis asing. Dicaplok karena memang sengaja ditawarkan oleh pemerintah kita untuk dicaplok asing.Ini sesungguhnya yang memprihatinkan dan perlu dibenahi bersama.
Globalisasi sebagai sebuah konsep yang ditawarkan kepada dunia, dalam kenyataannya hanyalah menguntungkan negara maju. Globalisasi menawarkan konsep bebasnya keluar masuk barang dan jasa di semua negara tanpa sekat negara. Dengan dalih bahwa kebebasan merupakan sesuatu yang mesti ditegakkan untuk menjamin tatanan dunia yang lebih baik. Akan tetapi negara dunia ketiga selalu menjadi pihak yang dirugikan. Negara maju selalu tidak adil atau curang dalam pelaksanaannya. Karena itulah konsep ini di negara asalnya sendiri (AS) banyak menuai kritik.
Kekuatan korporatokrasi yang mengurung Indonesia didukung oleh oleh korporasi besar, kekuatan politik, lingkaran militer, perbankan dan keuangan internasional, media massa dan intelektual pro kemapanan. Kesemua elemen korporatokrasi tersebut tidaklah bisa masuk ke negeri ini apabila pemerintah tidak memberi ruang untuk masuk. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya , elite nasional malah membuka jalan tol untuk masuknya mereka. Elite malah menjadi kompradror/pelayan kepentingan korporatokrasi tersebut. Sehingga bangsa ini menjadi subordinat korporatokrasi tersebut, sulit untuk menjadi negara yang memiliki kemandirian dan kemardekaan.
Dari hal-hal tersebut paling tidak ada lima hal yang diusulkan Amien Rais dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Pertama, gagasan atau formulasi kepemimpinan alternatif atau transformatif. Kedua, negosiasi ulang kontrak kerja dan sharing di bidang migas dan nonmigas. Ketiga, kajian atas UU penanaman modal di bidang migas,kelistrikan, perairan dan pelayaran yang semuanya menguntungkan pihak asing. Keempat, membentuk ekonomi kerakyatan bukan konglomerasi. Kelima, dekonstruksi mental bangsa yang sedemikian korup tentang kondisi bangsa Indonesia. Selamat membaca buku ini…!
resume Buku "Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia"
Buku "Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia"
Indonesia sebagai sebuah negara telah merdeka lebih dari 60 tahun yang lalu tahun 1945 tepatnya, tetapi yang menjadi pertranyaan adalah apakah benar Indonesia telah merdeka sepenuhnya?. Dalam buku “Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia” Amien Rais menyatakan bahwa Indonesia masih di jajah dengan jenis penjajahan baru, bukan dengan penjajahan fisik tetapi penjajahan ekonomi dan kebudayaan.
Globalisasi memerankan peranan sangat penting dalam penjajahan jenis baru ini, dengan menguapnya batas teritori sebuah negara, dan begitu cepatnya informasi masuk dan menyebar di seluruh dunia telah membuat barat umumnya dan Amerika Khususnya mudah dalam menyebarkan faham mereka terutama dalam hal liberalisme dan kebudayaan.
Semua yang masuk dari barat begitu cepat di serap oleh negara – negara maju tanpa di saring terlebih dahulu tidak peduli apakah itu baik atau buruk. Indonesia sekarang lebih menyukai di jajah oleh amerika melalui IMF atau World Bank, tidak secara fisik memang tetapi secara ekonomi. IMF dan World Bank yang membawa ekonomi liberal telah merasuk kuat dalam sistem perekonomian di Indonesia sehingga ekonomi Indonesia sangat sulit untuk melepaskan diri dari dua lembaga ekonomi dunia ini.
Selain IMF dan World Bank Indonesia juga di jajah oleh korporasi – korporasi besar dari luar negeri dan lebih disayangkan ternyata korporasi luar negeri tersebut memegang kebutuhan penting masyarakat sehingga menjadi sangat sulit untuk dilepaskan, mungkin mental bangsa yang di jajah selama ratusan tahun masih sulit untuk dihilangkan oleh masyarakat negara ini sehingga walaupun sangat jelas penjajahan sedang terjadi tetapi masyarakat atau bahkan pemerintah nya tidak menyadari bahwa bangsa ini sedang di jajah.
Membicarakan penjajahan ekonomi tentunya tidak akan terlepas dari negara yang menyebut dirinya sebagai negara paling digdaya yaitu USA dan lembaga – lembaga antek dari USA itu yaitu IMF dan World Bank, satu hal yang paling jelas dari penjajahan ekonomi adalah WTO, adanya WTO menunjukan kesenjangan yang sangat dalam antara negara miskin dan negara adidaya, negara miskin atau secara halus negara berkembang dipaksa untuk mengikuti semua peraturan yang diterapkan oleh lembaga – lembaga ini dan tidak punya kemampuan untuk melawannya.
Sebagai negara yang besar seharusnya Indonesia bisa bersaing dengan negara – negara lain dalam hal ekonomi ataupun lainnya, tetapi yang terjadi adalah Indonesia hanya menjadi pesuruh dari negara adidaya USA, ditandatanganinya perjanjian Washington adalah bentuk dari kepatuhan seorang budak terhadap majikannya padahal sudah jelas bahwa perjanjian tersebut akan merugikan negara Indonesia sendiri.
Swastanisasi terhadap BUMN – BUMN yang ada pun merupakan salah satu pengaruh dari kebijakan yang dibuat oleh negara adidaya USA dengan perantara IMF dan World Bank, dengan dalih untuk mengurangi beban negara padahal dengan melepas BUMN berarti Indonesia sama saja telah melepas kedaulatannya, banyak lagi kejadian – kejadian ataupun kebijakan – kebijakan dari pemerintah yang menunjukan bahwa ternyata Indonesia masih ada dalam penjajahan.
Contoh yang paling gamblang adalah freeport di Papua tepatnya di tembaga pura yang merupakan perusahan asing yang bergerak di bidang pertambangan dan telah berkuasa di Indonesia sejak zaman orde baru sampai sekarang, freeport seperti telah membuat negara di dalam negara Indonesia dengan mereka sebagai penguasanya. Pemerintah sendiri tidak bisa berbuat apa – apa untuk menghentikan ini karena ketakutan dengan kekuatan di belakang mereka, atau mungkin mereka telah membeli pemerintah Indonesia?.
Globalisasi, dengan liberalisasi dan kapitalisme nya telah banyak di tolak terutama oleh beberapa negara di Amerika Selatan, ini dikarenakan ekonomi kapitalisme ternyata tidak bisa menyelamatkan mereka dari krisis ekonomi pada tahun 1980an. Negara seperti Bolivia, Kuba, Argentina dan Venezuela mulai melawan USA dengan menolak kapitalisme, mungkin mereka diuntungkan karena mempunyai presiden yang berani melawan kekuasaan atau hegemoni dari USA.
Bagaimana dengan Indonesia?, seharusnya pemerintah kita berani seperti pemerintah di negara – negara yang disebutkan diatas, karena bagaimanapun juga Indonesia adalah negara yang besar jadi kalau saja ada sedikit keberanian dari pemerintah tentu saja sebenarnya kita mampu untuk lepas dari jeratan globalisasi dan kapitalisme yang menjajah kita sekarang ini.
Untuk menyelsaikan persoalan bangsas ini ada beberapa saran dari Amien Rais yang bisa digunakan atau setidaknya direnungkan yaitu :
Secepat mungkin persiapkan kepemimpinan nasional alternatif dengan tokoh muda yang berwawasan nasional dan internasional.
Unsur yang mengisi kepemimpinan harus menyadari kekuasaan adalah amanat
Menancapkan kembali kemandirian nasional
Bekerjasam dengan negara lain dengan prinsip kesetaraan
Memisahkan diri dari state capture corruption
Memasukan ekonom tangguh ke KPK
Renegosiasi kontrak kerja sama di bidang migas dan non migas
Penghentian perusakan lingkungan terutama yang dilakukan korporasi asing
Berani membuat badan arbitrase nasional untuk menyelesaikan konflik kepentingan anatara indonesia dan korporasi asing
Peninjauan HPH dan sanksi yang lebih tegas pada pemegang HPH bermasalah
Menghentikan pencurian pasir laut
Menghilangkan kecanduan hutang
Memperhatikan kepentingan petani
Pengkajian ulang UU startegis
Penguatan media massa sebagai kontrol
Renegosiasi hutang luar negeri
Merombak kebijakan nasional dan menjalankan penegakan hukum
Mencetak blue print untuk pembangunan
Saturday, February 9, 2013
hem...
indahnya dunia ini.... dmna gw kmren" ngerasain tinggal di sebuah kota pemalang kecamatan belik desa beluk dusun beluk hahahaha ykin masih asri tempatnya nd lucunya ea dsna it msih pke coak omg lbih kmpung kyknya ketimbang banjar,tp gpp disana itu bisa kita banggakan yaitu buah nanasnya bro....
hari ini di rumah darmin
gw dah drmh darmin dari gw plng dr bnjar,,hem.... wktu gw cn bntar bget bwt mita syangku...pa lg dia itu ngangenin pa lg bbirnya itu lowh huuuu i love it.
...........................................................................................
lw tw skrng gw lg ap,dari tadi pagi itu gw kya ke inget amal deh,,mana ingetan fiqa akan gw ngerusak aj jujur dia manis tp wat ap gw dah g suka gw jg suka dulu wktu lum knal mita mlah
oia brusan gw lht hanan di fb hehehe jadi inget wktu gw msih sd btw... mn ada sarah nurunida duhh udah pada gde tmen" sd gw ckckckckckckc
di tambah si agus tadi kya ngajak brentem hahahahaha dsar tuh anak ada" aj
skrng gw lg chat ama ahmad ali...
Sunday, February 3, 2013
Subscribe to:
Comments (Atom)