Ini kisah perjalanan ke dua ku dalam pendakian ke gunung. Untuk moment dan kesempatan kali ini aku dapat tawaran dan ajakan dari mas Dio, siti, dan akhirnya kami sempat berembug dengan gani, aldo, dan hedwin..... awalnya kami sudah mau fix anggota yang akan berangkat tapi semakin dekat semakin rancu orang"nya mulai dari Hedwin yang tidak bisa lalau Gani juga gak bisa kemudian hadirnya mas Anas yang ujung"nya juga gak jadi hahahaha. ku mlah dah mikir wah ini yang jadi cuman aku, mas Dio, Siti, Aldo ??? dalam hati ku bertanya yakin nih cuman ber-4 saat rapat malam sebelum hari H. Tgl 21 pagi pun kami berkumpul di sekre pukul 8 janjinya... ku sudah di sekre sebelum jam 7 untuk tiduran dan jam 7 mas Dio pun datang kita sempat ngbrol ringan. Hingga akhirnya jam setengah 8 lebih mas Riza datang membawa temanya dan sarapan di sekre dengan membeli makanan di kafetaria. Pukul 8 lebih siti pun datang ke sekre dan aku mulai melontarkan omongan yah telat dah.... setelah packing semua akhirnya kita memastikan untuk berangkat. aku dan mas dio serta di susul mas riza ikut ambil barang" yg mau kita sewa di semesta saat itu aku nyewa tenda dome 6, nasting, dan empat sleeping bag. Q ngambil bareng mas Dio dan mas Riza (mentri EM) dan sebagian SP serta nasting dimasukan ke carirnya mas Riza. setelah selesai packing di semesta q ingat kalau kita belum beli Paravin (subuah lilin yang dijadikan bahan bakar padat), saat itu q mulai merasa cemas karena saat ke merapi advanture kita g nemuin paravin yang di jual. Ampe akhirnya kita mutusin untuk jalan aj bersama teman" dengan harapan nanti di jalan ada toko yang bisa kita beli paravinya. Tapi memang semua tidak membawakan hasil bahkan ku mulai melihat Klenteng merah yang semakin dekat dengan kita yang menandakan kita akan memasuki jalan yang menuju Selo. Di jalan untuk menuju selo pun aku tak mau meluputkan sedikit pandanganku ke kanan atau kiri toko sepanjang jalan dengan harapan adalah toko yang dapat menjual paravin. Tuhan juga berkata lain bahkan kita sampai basecamp Merbabu kita dah harap-harap cemas karena aku tau kalau disana gak jual paravin BUaaAHHHHH itu terikan dalam hatiku karena aku sedikit kecewa dengan tidak adanya paravin yang sangat kurapkan.
Friday, August 23, 2013
Thursday, August 22, 2013
curahan hatiku untuk kakaku diwaktu ku kecil
Mba aan ku mungkin lupa banyak hal yang udah pernah kita laluin bersama dulu waktu kita masih kecil... waktu kita ditinggal ortu dan waktu kita masih nakal"nya jadi anak yang mementingkan ego. Mungkin cerita yg dapat ku ingat lebih lama dan dalam bermula dari ku kelas 1 SD dimana aku sekolah di sd 1 karangasem, aku kamu lik yayan dan mama kita ngontrak 1 rumah yang cukup panjang dengan halaman yang cukup luas dan memanjang. Sebuah cerita yang ku ingat jelas saat mulai bersamamu mu entah kenapa waktu itu ku tak tau kenapa baru bisa mengenal kakaku sendiri dan itu juga saat ku baru SD. Entah dulu kau kemana atau aku yg belum ingat betul akan dirimu mba.... saat itu mama buka rumah makan padang dan aku sekolah seperti anak kebanyakan dulu ku ingat kau belum melanjutkan sekolah menengah atas. ku tak sempat bertanya soal itu waktu dulu kita bersama setelah besar ku tilik ternyata kau membantu orang tuamu dulu baru kau melanjutkan sekolah. Waktu minggu ku pernah berebut untuk menonton acara televisi bersamamu hingga akhirnya aku gigit"an dan cakar"an sama kamu sampe jurus terakhirmu keluar yaitu nendang aku. Ada lagi waktu aku ke kamarmu kita sempat ngbrol dikit dan ku lupa ngobrol ap hehe yang ku ingat ku lihat tulisanmu di sebuah buku merah yang ku bilang tulisanmu di modif dan keren hingga membuatku terpukau, di buku itu juga kau menunjukan nama" pacarmu kalau tidak salah yang ku ingat kisaran 24an lebih nama cowo yang pernah menjadi pacarmu. Dan yang aku ingat lagi waktu kita di karang asem mba... aku pernah nememin qm belanja di pasar karang asem dah gitu aku nantangi qm pulang dengan lari sedangkan kamu naik sepeda sungguh melelahkan saat itu... dulu aku udah pake trik buat ngalahin qm hahaha.
Ketemu lagi denganmu saat di wahid hasim membuatku sedikit berfikir dan mulai paham kalau kau benar" kakaku,,, hari mulai berlalu waktu awal ku di WH awalnya ku merasakan bimbang dan takut karena mondok dan belum pernah sama sekalai terlebih ortuku yang harus berjauhan denganku. Saat itu ku masih kelas dua SD dan melanjutkan di MI WH.Hari" semakin berlalu kisah perjalananku pun dimulai saat itu dari hal yang bodoh sampai hal" yang aneh usil dan meneggangkan...
Ketemu lagi denganmu saat di wahid hasim membuatku sedikit berfikir dan mulai paham kalau kau benar" kakaku,,, hari mulai berlalu waktu awal ku di WH awalnya ku merasakan bimbang dan takut karena mondok dan belum pernah sama sekalai terlebih ortuku yang harus berjauhan denganku. Saat itu ku masih kelas dua SD dan melanjutkan di MI WH.Hari" semakin berlalu kisah perjalananku pun dimulai saat itu dari hal yang bodoh sampai hal" yang aneh usil dan meneggangkan...
Tuesday, August 13, 2013
Lebaran 2013
Tak berbeda dengan lebaranku tahun" sebelumnya, kami sekeluarga kumpul di Banjarnegara tepatnya Glempang Mandiraja. Rumah nenek dan kakek kami tak ada berbedaan yang menonjol semua masih seperti bangunan tua yang ku ingat saat terakhir aku kesana pada tahun lalu. Hanya sekarang aku mulai disibukan dengan membantu usaha orang tua yang ada di Klampok. Mama menjual oleh-oleh dan buah"an di kiosnya mama. Dengan liburan panjang hampir semua kegiatan kulakukan dengan membantu mama dikarenakan mita juga belum pulang dan karyawanya mulai ogah-ogahan kerja..... sampai akhirnya dimana sudah mendekati lebaran WAW q makin dibuat sibuk dengan berdagang karena karyawan mama yang keluar dan mulai mangkir.... wuisss keringatku dan lelahku bersama mama saling berkurang dengan cepat menjelang waktu yang begitu cepat. Hingga akhirnya lebaran pun datang aku sekeluarga sholat jamaah di glempang awalnya ayah ingin sholat di klampok.....
............................................................ sampai akhirnya mba an dateng ke klampok di jemput papa jujur dia disini bawa anaknya malah ngerepotin dan g bisa ngbrol bnyak ma aku dan mama, bahakan sekedar membantu mama pun susah dikarenakan anaknya yang dikit" gak bisa ditinggal oleh mba an.yg bkin q sebel lagi aku kan dah harepin dia sebagai kakaku yang uangnya mulai segepokan di sakunya. Asumsiku dia pulang mecingin mama, tau"nya apa jal.... sepeserpun dia gak kasih ke mama uwh.... jahat sumpah yakin gue sebagai adik gak terimaa..... dan mana mama pas cerita katanya tri benci ortuku karena beberapa faktor dan lagi kenapa aan gak bisa jadi penengah... gw tau lw punya keluarga kecil baru tapi u juga tau keluarga utamamu kita (aku,mama,papa)_ dan gue gak seneng ma sikap lw yang gak sopan nd hargai mama bahkan lw gak kasih uang ke mama, lw dah mulai matrealistis aj kaya karakter orang" larangan kebnyakan.
............................................................ sampai akhirnya mba an dateng ke klampok di jemput papa jujur dia disini bawa anaknya malah ngerepotin dan g bisa ngbrol bnyak ma aku dan mama, bahakan sekedar membantu mama pun susah dikarenakan anaknya yang dikit" gak bisa ditinggal oleh mba an.yg bkin q sebel lagi aku kan dah harepin dia sebagai kakaku yang uangnya mulai segepokan di sakunya. Asumsiku dia pulang mecingin mama, tau"nya apa jal.... sepeserpun dia gak kasih ke mama uwh.... jahat sumpah yakin gue sebagai adik gak terimaa..... dan mana mama pas cerita katanya tri benci ortuku karena beberapa faktor dan lagi kenapa aan gak bisa jadi penengah... gw tau lw punya keluarga kecil baru tapi u juga tau keluarga utamamu kita (aku,mama,papa)_ dan gue gak seneng ma sikap lw yang gak sopan nd hargai mama bahkan lw gak kasih uang ke mama, lw dah mulai matrealistis aj kaya karakter orang" larangan kebnyakan.
Subscribe to:
Comments (Atom)