Gogolinux

Saturday, December 29, 2012

Tuesday, December 25, 2012

pas gw ikut diksarkop yg ke 101 ykin seru gw rsain jd pemimpin di kelompok 5 hahaha lucu nd gokil semua gw jalanin penuh semangat nd qt sempat jualan alhamdulilah gw bisa dah gt gw juga bisa ikutin pensi dimana akhirnya pensi gw jadi pemenang gilaa mantep

Thursday, December 20, 2012

tugas pengantar antropologi

Selain itu semua ada pula keistimewaan tersendiri bagi yang bergelar “professor”, karena bagi dosen yang bergelar professor dalam upacara pemakamanya sebelum diberangkatkan ke area makam ada suatu penghormatan tersendiri yang dilaksanakan di balero kantor pusat. Sedangkan selain yang bergelar professor tidak diperlakukan seperti itu melainkan setelah meninggal langsung diberangkatkan ke area makam. Seperti halnya dalam antusiasme kerabat / masyarakat dalam mengiringi pemakaman. Bagi dosen yang semasa hidupnya tergolong orang yang supel dan berperan penting di dalam masyarakat sewaktu meninggalnya akan banyak kerabat / masyarakat yang mengiringi pemakamanya. Maka sebaliknya jika dosen tersebut merupakan orang yang tidak suka begaul / tertutup sewaktu meninggalnya tidak akan banyak kerabat / masyarakat yang ikut mengiringi prosesi pemakamanya. Hal ini pernah terjadi ketika saya menanyakan kepada Bapak Zuli, bahwa pernah pada saat prosesi pemakaman dosen antusiasme kerabat /masyarakat yang mengiringi sangat tinggi sehingga sampai-sampai area makam sawitsari tidak cukup untuk menampung para kerabat /masyarakat yang mengiringi prosesi pemakamanya. Sedangkan sebaliknya ada pula dosen yang pada saat prosesi pemakamanya hanya pihak keluarga dan hanya kerabat dekatnya saja yang mengiringi. Dan dari hasil hitungan dan pengumpulan dapat di rata-ratakan pada usia 65 tahun para dosen yang meninggal dan di makamkan disana.Serta kebanyakan dosen yang meninggal antara usia 69 tahun.Hebatnya lagi malah ada pada usia yang 30 dan tertua pada usia 101 tahun.Yang saya kagumi dari makam tersebut semua yang di makamkan memiliki titel atau gelar yang hebat mulai dari Dr-Prof ,sungguh merupakan makam para orang-orang pintar.Bahkan disana juga ada makam pahlawan seperti salah satu batu nisan yang saya amati yaitu Prof.Dr.Rm.Sudikno.Msh yang lahir pada 7 Desember 1924 dan meninggal pada tanggal 1 Desember 2011.Ada satu agi yang cukup menjadi objek yang saya amati juga yaitu ada yang di makamkan pada usia satu tahun.Awalny banyak pertanyaan yang muncul akibat adanya sebuah makam anak kecil tersebut,mungkin anakanya dosen atau apa.Mungkin itu usia termuda yang ada disana. Semua itu merupakan ringkasan dari hasil observasi pertama saya.Merasa tidak puas akan semua itu saya akhirnya mendatangi makam itu lagi pada hari senin tanggal 22 oktober 2012.Dimana pada saat itu saya bertemu dengan juru kunci makam itu, dan saya sempat bertanya akan semua hal yang banyak belum saya ketahui,dari hasil bertanya lebih jelas dengan juru kunci makam.Disana ternyata memiliki aturan sendiri untuk kelayakan atau seseorang yang akan dimakamkan di Sawitsari. Begini aturan yang ada untuk ketentuan tentang warga Universitas Gajah Mada yang dapat dimakamkan di makam keluarga Universitas Gajah Mada (Sawitsari) yang di atur pada Surat Edaran Rektor Nomor UGM/3836/UM/06/03 tanggal 3 Juli 1987,yang di ubah dengan Surat Edaran Rektor Nomor 6434/J01.P/KP.03.07/97 tanggal 16 Oktober 1997.Itu dengan mempertimbangkan kapasitas makam akan keadaan sekarang dan untuk jangka panjang.Sekilas yang saya kutip dari aturan permakaman. Serta syarat Warga Universitas Gajah Mada yang dapat dimakamkan di makam keluarga Universitas Gajah Mada (Sawitsari) adalah yang memenuhi sekurang-kurangnya salah satu persyaratan : 1. Dosen dan karyawan Universitas Gajah Mada yang secara nyata bertempat tinggal di perumahan dinas Universitas Gajah Mada di Bulaksumur atau Sekip 2. Dosen Universitas Gajah Mada yang sedang atau pernah memangku jabatan struktural di Universitas Gajah Mada 3. Dosen Universitas Gajah Mada yang sudah aktif bekerja di Universitas Gajah Mada sekurang-kurangnya 20 tahun 4. Isteri atau suami dari Dosen dan Karyawan sebagaimana dimaksud pada ketentuan angka 1,2,dan 3 di atas,baik yang suaminya atau isterinya masih bekerja maupun yang sudah pensiun,atau sudah meninggal dunia. Dalam hal tersebut ahli waris dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi dengan tembusan Kepada Direktur Pengelolah dan Pemelihara Riset. Untuk saat ini julah makam yang ada sekitar 336 dengan III blok yang ada pada makam Sawitsari,sedikit mengulas tentang makam anak yang berusia 1 tahun itu merupakan makan sebelum adanya aturan dan tempat prmakaman itu menjadi milik UGM,serta tentang masalah kenapa ada makam yang isinya bertumpukan itu untuk menghemat akan lahan di tambah kadang ada juga permintaan.Sekilas ringkasan yang dapat saya tulis dari hasil observasi di makam keluarga UGM (Sawitsari) Condong Catur,Sleman,Yogyakarta.

Monday, December 17, 2012

yaudah mal bye... hem... mpe qt ktmu di lain tmpat dan dimensi
puyeng gw

etnografi

tadi nonton film etnografi jujur g dong nd fiolmya bkin ouyeng deh hehehe ap lg yang berjudul doktrin" gt

etnografi

tadi nonton film etnografi jujur g dong nd fiolmya bkin ouyeng deh hehehe ap lg yang berjudul doktrin" gt

kirab

kemaren kita dah tampilin performa terbaik yang bisa kita lakuin tp tuhan lum kasih qt wat jadi juara hehe

kirab

kemaren kita dah tampilin performa terbaik yang bisa kita lakuin tp tuhan lum kasih qt wat jadi juara hehe
yallah q pgin bgt bhgiain mamaku,mantep mama q skit dkit aj kwtir yallah............ mah smg mama jg slalu sehat ea mah mah... aq tau sebenernya mama kya iri nd sedih law fdil pulang nyombongin gt..mama q jg nih hr nih agk sedih nd kcwa q lht pic fdil da fotonya mita coba di kolam renang yg q bysa renang..

Wednesday, December 12, 2012

Tugas Pengantar Antropologi

Hasil Observasi Di Makam Keluarga Besar UGM Sebuah tempat peristirahatan terakhir yang paling tenang,yang mungkin banyak orang menyebutnya makam.Sebuah tempat hunian yang kita akan lama disana dan hanya berukuran 2x1,memang benar beberapa pendapat orang bahwa makam adalah rumah masa depan.Tentunya kita semua sebagai manusia tidak akan kekal di alam ini,besok,lusa,tahun depan atau bahkan detik ini pun kita tidak ada yang tau kapan kita semua meninggal dan akan menempati makam untuk selamanya. Sebuah bangunan yang hanya berdiri tegak di atas tanah tidak kurang dari satu meter tertata rapi di makam keluarga besar UGM.Lebih sering di sebut sebagai batu nisan,damana waktu disana saya teringat akan tempat saya kelak.Mulai dari melihat satu-satu dan saling mencocokan dengan teman-teman saya.Ini adalah observasi yang pertama,uniknya di pintu masuk ada sebuah pendopo yang cukup besar.Bapak Zuli adalah penjaga makam atau biasanya disebut juru kunci dimakam tersebut. Bapak Zuli mulai menjadi juru kunci pada januari tahun ini,dan memang juru kunci tersebut digilir berganti-ganti setiap tahun per- 1 Januarinya. Dari Bapak Zuli saya banyak memperoleh jawaban dari apa yang ingin saya pertanyakan mengenai makam tersebut. Awalnya saya bertanya mengenai kapan makam sawitsari berdiri. Dan makam sawisari berdiri sejak tahun 1982 dan yang pertama/paling tua di makamkan disitu adalah Prof.Ir.Winoto. Setelah itu saya bertanya tentang makam Soehardjo yang posisi nisanya melintang tidak sejajar dengan yang lainya,ternyata setelah saya bertanya kepada Bapak Zuli makam tersebut bukanlah makam melainkan hanya sebuah nisan yang sudah tidak terpakai karena makamnya sudah dibongkar kemudian nisanya ditaruh melintang dari yang lainya disebelah tembok. Kemudian saya bertanya lagi mengenai makam Ibu Siti Rochajah & makam Prof.Ir.Pragnojo yang dalam satu nisan dituliskan 2 nama bersebelahan. Bapak Zuli kemudian menjelaskan bahwa makam tersebut dihuni oleh 2 orang yang posisinya bertumpukan. Ini dikarenakan faktor lahan,agar menghemat lahan maka dalam satu makam diposisikan bertumpukan. Setelah itu saya bertanya mengenai makam bapak Soekanto yang dibatu nisanya dituliskan “dedicated to the world free of hunger and war through the kingdom of god”. Menurutnya itu hanyalah sebuah pesan/tulisan pada semasa hidupnya yang kemudian dituliskan dibatu nisan tersebut untuk mengenangnya. Keunikan dimakam ini dibandingkan makam secara umum adalah nama-nama yang terukir dibatu nisanya. Seperti dimakam-makam secara umum pasti yang kita temui hanyalah nama saja namun disini kita akan terkagum-kagum melihat nama dibatu nisanya, karena disini selain terukir nama juga terukir gelar setiap seseorang dan gelar yang disandang tinggi-tinggi seperti : “Prof.Dr.Ir” dan sebagainya. Namun ada beberapa yang tidak bergelar. Ini yang membuat saya bertanya “mengapa ada yang tidak bergelar katanya yang dimakamkan disini adalah para dosen dan guru-guru besar?”. Kemudian Bapak Zuli menjawab yang tidak bergelar tersebut bukanlah tidak memiliki gelar melainkan dia bergelar namun dari pihak keluarga tidak ingin menuliskan gelar dinisanya. Sebenarnya juga tidak apa-apa mau dituliskan apa tidak, namun sebaiknya dituliskan karena untuk mengenang ataupun sebagai arsip. Selain para makam dosen saya menemui makam yang baru berumur 1 tahun yakni makam Aditya Kusuma. Setelah saya tanyakan kepada Bapak Zuli “siapakah makam tesebut katanya disini makam dosen kok ada makam anak kecil?”. Kemudian Saya mendapatkan jawaban bahwa makam tersebut adalah makam dari salah seorang anak dosen yang kemudian dimakamkan disitu. Itu makam sudah ada sebelum peraturan yang disusun pada tahun 2006 terbentuk. Pada peraturan tahun 2006 disyaratkan bahwa yang boleh dimakamkan disitu adalah para isteri atau suami dari dosen UGM yang sudah mengabdi menjadi dosen di UGM sekurang-kurangnya 20 tahun. Ada hal menarik lainya yaitu dari salah seorang dosen adalah bapak dari seorang artis yaitu Duta seorang vokalis dari Sheila On 7. Dosen tersebut ialah Dr.Ir Hakim S Modjo yang merupakan dosen dari fakultas pertanian. Di makam Sawitsari tidak dibedakan perlakuanya antara agama satu dengan yang lainya hanya dibedakan berdasarkan blok blok saja. Ini untuk memberi toleransi kepada agama satu dengan yang lainya misalnya dalam berziarah,karena dalam berziarah antara agama satu dengan yang lainya tata caranya berbeda missal saja dalam berdoa. Sehingga diblok-blokan dengan maksud agar tidak mengganggu. Dimakam Sawitsari ada 3 blok yaitu blok muslim,blok nasrani, dan blok campuran. Di blok muslim terdapat 156 makam, diblok nasrani terdapat 46 makam, sedangkan di blok campuran terdapat 136 makam. Di dalam proses pemakaman segala biaya ditanggung oleh pihak UGM mulai dari sejak meninggalnya hingga prosesi pemakaman termasuk pemesanan batu nisan. Pemesanan batu nisan sendiri sudah ditentukan jenis bentuk dan ukuranya dari pihak UGM, misal ada makam yang berbeda bentuk-bentuk dan ukuran batu nisanya itu adalah keinginan dari pihak keluarga. Meski sudah ditentukan aturan-aturanya masih saja banyak dilanggar. Karena tidak mungkin juga dari pihak UGM melarang sebab itu juga hak dari pihak keluarganya sendiri. Untuk ukuran batu nisanya sendiri adalah panjang 180cm, lebar 90cm, dalam 250cm. Sedangkan untuk kewajiban untuk dimakamkan disitu atau tidak statusnya adalah tidak wajib, tergantung dari wewenang pihak keluarga yang bersangkutan. Selain itu semua ada pula keistimewaan tersendiri bagi yang bergelar “professor”, karena bagi dosen yang bergelar professor dalam upacara pemakamanya sebelum diberangkatkan ke area makam ada suatu penghormatan tersendiri yang dilaksanakan di balero kantor pusat. Sedangkan selain yang bergelar professor tidak diperlakukan seperti itu melainkan setelah meninggal langsung diberangkatkan ke area makam. Seperti halnya dalam antusiasme kerabat / masyarakat dalam mengiringi pemakaman. Bagi dosen yang semasa hidupnya tergolong orang yang supel dan berperan penting di dalam masyarakat sewaktu meninggalnya akan banyak kerabat / masyarakat yang mengiringi pemakamanya. Maka sebaliknya jika dosen tersebut merupakan orang yang tidak suka begaul / tertutup sewaktu meninggalnya tidak akan banyak kerabat / masyarakat yang ikut mengiringi prosesi pemakamanya. Hal ini pernah terjadi ketika saya menanyakan kepada Bapak Zuli, bahwa pernah pada saat prosesi pemakaman dosen antusiasme kerabat /masyarakat yang mengiringi sangat tinggi sehingga sampai-sampai area makam sawitsari tidak cukup untuk menampung para kerabat /masyarakat yang mengiringi prosesi pemakamanya. Sedangkan sebaliknya ada pula dosen yang pada saat prosesi pemakamanya hanya pihak keluarga dan hanya kerabat dekatnya saja yang mengiringi. Dan dari hasil hitungan dan pengumpulan dapat di rata-ratakan pada usia 65 tahun para dosen yang meninggal dan di makamkan disana.Serta kebanyakan dosen yang meninggal antara usia 69 tahun.Hebatnya lagi malah ada pada usia yang 30 dan tertua pada usia 101 tahun.Yang saya kagumi dari makam tersebut semua yang di makamkan memiliki titel atau gelar yang hebat mulai dari Dr-Prof ,sungguh merupakan makam para orang-orang pintar.Bahkan disana juga ada makam pahlawan seperti salah satu batu nisan yang saya amati yaitu Prof.Dr.Rm.Sudikno.Msh yang lahir pada 7 Desember 1924 dan meninggal pada tanggal 1 Desember 2011.Ada satu agi yang cukup menjadi objek yang saya amati juga yaitu ada yang di makamkan pada usia satu tahun.Awalny banyak pertanyaan yang muncul akibat adanya sebuah makam anak kecil tersebut,mungkin anakanya dosen atau apa.Mungkin itu usia termuda yang ada disana. Semua itu merupakan ringkasan dari hasil observasi pertama saya.Merasa tidak puas akan semua itu saya akhirnya mendatangi makam itu lagi pada hari senin tanggal 22 oktober 2012.Dimana pada saat itu saya bertemu dengan juru kunci makam itu, dan saya sempat bertanya akan semua hal yang banyak belum saya ketahui,dari hasil bertanya lebih jelas dengan juru kunci makam.Disana ternyata memiliki aturan sendiri untuk kelayakan atau seseorang yang akan dimakamkan di Sawitsari. Begini aturan yang ada untuk ketentuan tentang warga Universitas Gajah Mada yang dapat dimakamkan di makam keluarga Universitas Gajah Mada (Sawitsari) yang di atur pada Surat Edaran Rektor Nomor UGM/3836/UM/06/03 tanggal 3 Juli 1987,yang di ubah dengan Surat Edaran Rektor Nomor 6434/J01.P/KP.03.07/97 tanggal 16 Oktober 1997.Itu dengan mempertimbangkan kapasitas makam akan keadaan sekarang dan untuk jangka panjang.Sekilas yang saya kutip dari aturan permakaman. Serta syarat Warga Universitas Gajah Mada yang dapat dimakamkan di makam keluarga Universitas Gajah Mada (Sawitsari) adalah yang memenuhi sekurang-kurangnya salah satu persyaratan : 1. Dosen dan karyawan Universitas Gajah Mada yang secara nyata bertempat tinggal di perumahan dinas Universitas Gajah Mada di Bulaksumur atau Sekip 2. Dosen Universitas Gajah Mada yang sedang atau pernah memangku jabatan struktural di Universitas Gajah Mada 3. Dosen Universitas Gajah Mada yang sudah aktif bekerja di Universitas Gajah Mada sekurang-kurangnya 20 tahun 4. Isteri atau suami dari Dosen dan Karyawan sebagaimana dimaksud pada ketentuan angka 1,2,dan 3 di atas,baik yang suaminya atau isterinya masih bekerja maupun yang sudah pensiun,atau sudah meninggal dunia. Dalam hal tersebut ahli waris dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi dengan tembusan Kepada Direktur Pengelolah dan Pemelihara Riset. Untuk saat ini julah makam yang ada sekitar 336 dengan III blok yang ada pada makam Sawitsari,sedikit mengulas tentang makam anak yang berusia 1 tahun itu merupakan makan sebelum adanya aturan dan tempat prmakaman itu menjadi milik UGM,serta tentang masalah kenapa ada makam yang isinya bertumpukan itu untuk menghemat akan lahan di tambah kadang ada juga permintaan.Sekilas ringkasan yang dapat saya tulis dari hasil observasi di makam keluarga UGM (Sawitsari) Condong Catur,Sleman,Yogyakarta.

Tuesday, December 11, 2012

brngkt kul ah
edan... masa ea da ketua inagurasi kita sok bget pdahal dia aj gtw galdi bersih itu ap idiot trz ea mkin lama gw ne'ek yg kesurupan kata anak" mkin lebay buat gw juga lebay bget deh pa lagi emil sok joget" gt gw tendang tengahnya bru tau rasa hahaha glow aneh ap ea org kesurupan make sepatu dulu br pergi dengan pandangan hampa

Friday, December 7, 2012

yykin gw pulang eh gw kcewa coz nyap cerita tentang kesombongan fadil yallah.. jujur pasti nyokap tertekan,mna pamer tabungan dah gt kripset lg...yallah... law mama tau mita juga ikut dan jadi anak buahnya fadil mungkin dia salah satu orag yg bkin fdil jd bs smnbong gt

Wednesday, December 5, 2012

Monday, December 3, 2012

ykin mantep banget pas gw ikut seminar di FP edan dsn pembicaranya MPR komisi 4,dmn ngebahas tentang UU,pokoknya kren abis ykin gw dpt bnyak pelajaran dan pengalaman berharg .mana ada cuplikan fil jdulnya indonesia menagis huuuuwww jadi g tega nd pgin kuatin bner ma cita" gw yg jd presiden
Simulasi KPR