Gogolinux

Friday, August 23, 2013

Merbabu 3142MDPL

      Ini kisah perjalanan ke dua ku dalam pendakian ke gunung. Untuk moment dan kesempatan kali ini aku dapat tawaran dan ajakan dari mas Dio, siti, dan akhirnya kami sempat berembug dengan gani, aldo, dan hedwin..... awalnya kami sudah mau fix anggota yang akan berangkat tapi semakin dekat semakin rancu orang"nya mulai dari Hedwin yang tidak bisa lalau Gani juga gak bisa kemudian hadirnya mas Anas yang ujung"nya juga gak jadi hahahaha. ku mlah dah mikir wah ini yang jadi cuman aku, mas Dio, Siti, Aldo ??? dalam hati ku bertanya yakin nih cuman ber-4 saat rapat malam sebelum hari H. Tgl 21 pagi pun kami berkumpul di sekre pukul 8 janjinya... ku sudah di sekre sebelum jam 7 untuk tiduran dan jam 7 mas Dio pun datang kita sempat ngbrol ringan. Hingga akhirnya jam setengah 8 lebih mas Riza datang membawa temanya dan sarapan di sekre dengan membeli makanan di kafetaria. Pukul 8 lebih siti pun datang ke sekre dan aku mulai melontarkan omongan yah telat dah.... setelah packing semua akhirnya kita memastikan untuk berangkat. aku dan mas dio serta di susul mas riza ikut ambil barang" yg mau kita sewa di semesta saat itu aku nyewa tenda dome 6, nasting, dan empat sleeping bag. Q ngambil bareng mas Dio dan mas Riza (mentri EM) dan sebagian SP serta nasting dimasukan ke carirnya mas Riza. setelah selesai packing di semesta q ingat kalau kita belum beli Paravin (subuah lilin yang dijadikan bahan bakar padat), saat itu q mulai merasa cemas karena saat ke merapi advanture kita g nemuin paravin yang di jual. Ampe akhirnya kita mutusin untuk jalan aj bersama teman" dengan harapan nanti di jalan ada toko yang bisa kita beli paravinya. Tapi memang semua tidak membawakan hasil bahkan ku mulai melihat Klenteng merah yang semakin dekat dengan kita yang menandakan kita akan memasuki jalan yang menuju Selo. Di jalan untuk menuju selo pun aku tak mau meluputkan sedikit pandanganku ke kanan atau kiri toko sepanjang jalan dengan harapan adalah toko yang dapat menjual paravin. Tuhan juga berkata lain bahkan kita sampai basecamp Merbabu kita dah harap-harap cemas karena aku tau kalau disana gak jual paravin BUaaAHHHHH itu terikan dalam hatiku karena aku sedikit kecewa dengan tidak adanya paravin yang sangat kurapkan.
     






No comments:

Simulasi KPR