Sunday, February 17, 2013
resume Buku "Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia"
Buku "Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia"
Indonesia sebagai sebuah negara telah merdeka lebih dari 60 tahun yang lalu tahun 1945 tepatnya, tetapi yang menjadi pertranyaan adalah apakah benar Indonesia telah merdeka sepenuhnya?. Dalam buku “Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia” Amien Rais menyatakan bahwa Indonesia masih di jajah dengan jenis penjajahan baru, bukan dengan penjajahan fisik tetapi penjajahan ekonomi dan kebudayaan.
Globalisasi memerankan peranan sangat penting dalam penjajahan jenis baru ini, dengan menguapnya batas teritori sebuah negara, dan begitu cepatnya informasi masuk dan menyebar di seluruh dunia telah membuat barat umumnya dan Amerika Khususnya mudah dalam menyebarkan faham mereka terutama dalam hal liberalisme dan kebudayaan.
Semua yang masuk dari barat begitu cepat di serap oleh negara – negara maju tanpa di saring terlebih dahulu tidak peduli apakah itu baik atau buruk. Indonesia sekarang lebih menyukai di jajah oleh amerika melalui IMF atau World Bank, tidak secara fisik memang tetapi secara ekonomi. IMF dan World Bank yang membawa ekonomi liberal telah merasuk kuat dalam sistem perekonomian di Indonesia sehingga ekonomi Indonesia sangat sulit untuk melepaskan diri dari dua lembaga ekonomi dunia ini.
Selain IMF dan World Bank Indonesia juga di jajah oleh korporasi – korporasi besar dari luar negeri dan lebih disayangkan ternyata korporasi luar negeri tersebut memegang kebutuhan penting masyarakat sehingga menjadi sangat sulit untuk dilepaskan, mungkin mental bangsa yang di jajah selama ratusan tahun masih sulit untuk dihilangkan oleh masyarakat negara ini sehingga walaupun sangat jelas penjajahan sedang terjadi tetapi masyarakat atau bahkan pemerintah nya tidak menyadari bahwa bangsa ini sedang di jajah.
Membicarakan penjajahan ekonomi tentunya tidak akan terlepas dari negara yang menyebut dirinya sebagai negara paling digdaya yaitu USA dan lembaga – lembaga antek dari USA itu yaitu IMF dan World Bank, satu hal yang paling jelas dari penjajahan ekonomi adalah WTO, adanya WTO menunjukan kesenjangan yang sangat dalam antara negara miskin dan negara adidaya, negara miskin atau secara halus negara berkembang dipaksa untuk mengikuti semua peraturan yang diterapkan oleh lembaga – lembaga ini dan tidak punya kemampuan untuk melawannya.
Sebagai negara yang besar seharusnya Indonesia bisa bersaing dengan negara – negara lain dalam hal ekonomi ataupun lainnya, tetapi yang terjadi adalah Indonesia hanya menjadi pesuruh dari negara adidaya USA, ditandatanganinya perjanjian Washington adalah bentuk dari kepatuhan seorang budak terhadap majikannya padahal sudah jelas bahwa perjanjian tersebut akan merugikan negara Indonesia sendiri.
Swastanisasi terhadap BUMN – BUMN yang ada pun merupakan salah satu pengaruh dari kebijakan yang dibuat oleh negara adidaya USA dengan perantara IMF dan World Bank, dengan dalih untuk mengurangi beban negara padahal dengan melepas BUMN berarti Indonesia sama saja telah melepas kedaulatannya, banyak lagi kejadian – kejadian ataupun kebijakan – kebijakan dari pemerintah yang menunjukan bahwa ternyata Indonesia masih ada dalam penjajahan.
Contoh yang paling gamblang adalah freeport di Papua tepatnya di tembaga pura yang merupakan perusahan asing yang bergerak di bidang pertambangan dan telah berkuasa di Indonesia sejak zaman orde baru sampai sekarang, freeport seperti telah membuat negara di dalam negara Indonesia dengan mereka sebagai penguasanya. Pemerintah sendiri tidak bisa berbuat apa – apa untuk menghentikan ini karena ketakutan dengan kekuatan di belakang mereka, atau mungkin mereka telah membeli pemerintah Indonesia?.
Globalisasi, dengan liberalisasi dan kapitalisme nya telah banyak di tolak terutama oleh beberapa negara di Amerika Selatan, ini dikarenakan ekonomi kapitalisme ternyata tidak bisa menyelamatkan mereka dari krisis ekonomi pada tahun 1980an. Negara seperti Bolivia, Kuba, Argentina dan Venezuela mulai melawan USA dengan menolak kapitalisme, mungkin mereka diuntungkan karena mempunyai presiden yang berani melawan kekuasaan atau hegemoni dari USA.
Bagaimana dengan Indonesia?, seharusnya pemerintah kita berani seperti pemerintah di negara – negara yang disebutkan diatas, karena bagaimanapun juga Indonesia adalah negara yang besar jadi kalau saja ada sedikit keberanian dari pemerintah tentu saja sebenarnya kita mampu untuk lepas dari jeratan globalisasi dan kapitalisme yang menjajah kita sekarang ini.
Untuk menyelsaikan persoalan bangsas ini ada beberapa saran dari Amien Rais yang bisa digunakan atau setidaknya direnungkan yaitu :
Secepat mungkin persiapkan kepemimpinan nasional alternatif dengan tokoh muda yang berwawasan nasional dan internasional.
Unsur yang mengisi kepemimpinan harus menyadari kekuasaan adalah amanat
Menancapkan kembali kemandirian nasional
Bekerjasam dengan negara lain dengan prinsip kesetaraan
Memisahkan diri dari state capture corruption
Memasukan ekonom tangguh ke KPK
Renegosiasi kontrak kerja sama di bidang migas dan non migas
Penghentian perusakan lingkungan terutama yang dilakukan korporasi asing
Berani membuat badan arbitrase nasional untuk menyelesaikan konflik kepentingan anatara indonesia dan korporasi asing
Peninjauan HPH dan sanksi yang lebih tegas pada pemegang HPH bermasalah
Menghentikan pencurian pasir laut
Menghilangkan kecanduan hutang
Memperhatikan kepentingan petani
Pengkajian ulang UU startegis
Penguatan media massa sebagai kontrol
Renegosiasi hutang luar negeri
Merombak kebijakan nasional dan menjalankan penegakan hukum
Mencetak blue print untuk pembangunan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment