Gogolinux

Tuesday, November 20, 2012

Hasil Observasi Di Makam Keluarga Besar UGM Sebuah tempat peristirahatan terakhir yang paling tenang,yang mungkin banyak orang menyebutnya makam.Sebuah tempat hunian yang kita akan lama disana dan hanya berukuran 2x1,memang benar beberapa pendapat orang bahwa makam adalah rumah masa depan.Tentunya kita semua sebagai manusia tidak akan kekal di alam ini,besok,lusa,tahun depan atau bahkan detik ini pun kita tidak ada yang tau kapan kita semua meninggal dan akan menempati makam untuk selamanya. Sebuah bangunan yang hanya berdiri tegak di atas tanah tidak kurang dari satu meter tertata rapi di makam keluarga besar UGM.Lebih sering di sebut sebagai batu nisan,damana waktu disana saya teringat akan tempat saya kelak.Mulai dari melihat satu-satu dan saling mencocokan dengan teman-teman saya.Ini adalah observasi yang pertama,uniknya di pintu masuk ada sebuah pendopo yang cukup besar. Dan dari hasil hitungan dan pengumpulan dapat di rata-ratakan pada usia 65 tahun para dosen yang meninggal dan di makamkan disana.Serta kebanyakan dosen yang meninggal antara usia 69 tahun.Hebatnya lagi malah ada pada usia yang 30 dan tertua pada usia 101 tahun.Yang saya kagumi dari makam tersebut semua yang di makamkan memiliki titel atau gelar yang hebat mulai dari Dr-Prof ,sungguh merupakan makam para orang-orang pintar.Bahkan disana juga ada makam pahlawan seperti salah satu batu nisan yang saya amati yaitu Prof.Dr.Rm.Sudikno.Msh yang lahir pada 7 Desember 1924 dan meninggal pada tanggal 1 Desember 2011.Ada satu agi yang cukup menjadi objek yang saya amati juga yaitu ada yang di makamkan pada usia satu tahun.Awalny banyak pertanyaan yang muncul akibat adanya sebuah makam anak kecil tersebut,mungkin anakanya dosen atau apa.Mungkin itu usia termuda yang ada disana. Semua itu merupakan ringkasan dari hasil observasi pertama saya.Merasa tidak puas akan semua itu saya akhirnya mendatangi makam itu lagi pada hari senin tanggal 22 oktober 2012.Dimana pada saat itu saya bertemu dengan juru kunci makam itu, dan saya sempat bertanya akan semua hal yang banyak belum saya ketahui,dari hasil bertanya lebih jelas dengan juru kunci makam.Disana ternyata memiliki aturan sendiri untuk kelayakan atau seseorang yang akan dimakamkan di Sawitsari. Begini aturan yang ada untuk ketentuan tentang warga Universitas Gajah Mada yang dapat dimakamkan di makam keluarga Universitas Gajah Mada (Sawitsari) yang di atur pada Surat Edaran Rektor Nomor UGM/3836/UM/06/03 tanggal 3 Juli 1987,yang di ubah dengan Surat Edaran Rektor Nomor 6434/J01.P/KP.03.07/97 tanggal 16 Oktober 1997.Itu dengan mempertimbangkan kapasitas makam akan keadaan sekarang dan untuk jangka panjang.Sekilas yang saya kutip dari aturan permakaman. Serta syarat Warga Universitas Gajah Mada yang dapat dimakamkan di makam keluarga Universitas Gajah Mada (Sawitsari) adalah yang memenuhi sekurang-kurangnya salah satu persyaratan : 1. Dosen dan karyawan Universitas Gajah Mada yang secara nyata bertempat tinggal di perumahan dinas Universitas Gajah Mada di Bulaksumur atau Sekip 2. Dosen Universitas Gajah Mada yang sedang atau pernah memangku jabatan struktural di Universitas Gajah Mada 3. Dosen Universitas Gajah Mada yang sudah aktif bekerja di Universitas Gajah Mada sekurang-kurangnya 20 tahun 4. Isteri atau suami dari Dosen dan Karyawan sebagaimana dimaksud pada ketentuan angka 1,2,dan 3 di atas,baik yang suaminya atau isterinya masih bekerja maupun yang sudah pensiun,atau sudah meninggal dunia. Dalam hal tersebut ahli waris dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi dengan tembusan Kepada Direktur Pengelolah dan Pemelihara Riset. Untuk saat ini julah makam yang ada sekitar 336 dengan III blok yang ada pada makam Sawitsari,sedikit mengulas tentang makam anak yang berusia 1 tahun itu merupakan makan sebelum adanya aturan dan tempat prmakaman itu menjadi milik UGM,serta tentang masalah kenapa ada makam yang isinya bertumpukan itu untuk menghemat akan lahan di tambah kadang ada juga permintaan.Sekilas ringkasan yang dapat saya tulis dari hasil observasi di makam keluarga UGM (Sawitsari) Condong Catur,Sleman,Yogyakarta.

No comments:

Simulasi KPR